Nabi ﷺ menghabiskan 13 tahun di Makkah menanggung penganiayaan tanpa berperang. Peperangan baru dimulai setelah beliau dan masyarakatnya diusir dan diserang, dan dalam sepuluh tahun di Madinah, para ahli memperkirakan bahwa seluruh pertempuran bersama-sama memakan sekitar seribu korban jiwa atau kurang di kedua belah pihak.
Jawaban lengkap
Orang-orang Makkah menyiksa dan membunuh umat Muslim awal, memboikot klan Nabi ﷺ selama tiga tahun, dan merencanakan pembunuhan beliau. Setelah hijrah ke Madinah, pertempuran Badar, Uhud, dan Khandaq dilakukan untuk membela kota. Jika memungkinkan, beliau lebih memilih perjanjian, seperti Perjanjian Hudaibiyah, dan penaklukan Makkah terjadi hampir tanpa pertumpahan darah, dengan pengampunan umum.
Para pengkritik menunjuk pada pertempuran melawan suku-suku Yahudi di Madinah, seperti Bani Quraizhah, yang melanggar perjanjian selama pengepungan. Umat Muslim menanggapi bahwa hal itu terjadi dalam konteks pengkhianatan pada masa perang dan bahwa putusannya diambil oleh seorang pemimpin dari sekutu mereka sendiri menurut hukum mereka sendiri. Kehidupan Nabi secara keseluruhan dipandang umat Muslim sebagai teladan kasih sayang, sebagaimana digambarkan Al-Qur'an.
Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah, benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu,
Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.
Jawaban ini mengikuti pemahaman Sunni arus utama dan merupakan pembelajaran umum, bukan fatwa. Jika umat Muslim berbeda pendapat, jawabannya menyebutkannya. Punya pertanyaan sendiri? Tulis kepada kami.