Muslim Flow sedang diuji dan segera hadir di Google Play. Unduh

Sains, akal, dan keraguan

Apa kata Islam tentang evolusi?

Jawaban singkat

Umat Muslim berpendapat bahwa Allah menciptakan alam semesta dan kehidupan, dan bahwa Adam adalah manusia pertama, yang diciptakan langsung oleh Allah. Kebanyakan ulama menolak evolusi manusia dari nenek moyang non-manusia, sementara sebagian menerima evolusi spesies lain dan segelintir menerimanya secara lebih luas.

Jawaban lengkap

Al-Qur'an menyatakan bahwa Allah menciptakan Adam dari tanah liat dan meniupkan ke dalamnya ruh-Nya, dan bahwa Adam dan istrinya adalah orang tua umat manusia, dan Al-Qur'an mengumpamakan penciptaan Yesus dengan penciptaan Adam. Karena itu, pandangan arus utama di kalangan ulama adalah bahwa manusia tidak berasal dari hewan lain, meskipun mereka mungkin menerima perubahan dalam satu spesies.

Sebagian pemikir Muslim berpendapat bahwa Al-Qur'an diam tentang berapa lama penciptaan berlangsung dan tentang rincian bagaimana spesies terbentuk, sehingga memberi ruang untuk mempertimbangkan evolusi sebagai metode Allah, dengan Adam sebagai makhluk pertama yang memiliki ruh. Yang lain menolaknya sepenuhnya. Umat Muslim pada umumnya tidak membaca Al-Qur'an sebagai buku pelajaran sains, dan tidak merasa perlu menyelesaikan setiap pertanyaan tentang rincian penciptaan.

Dari Al-Qur'an

إِنَّ مَثَلَ عِيسَىٰ عِندَ ٱللَّهِ كَمَثَلِ ءَادَمَ ۖ خَلَقَهُۥ مِن تُرَابٍۢ ثُمَّ قَالَ لَهُۥ كُن فَيَكُونُ ﴿٥٩﴾

Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi AllAh, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: "Jadilah" (seorang manusia), maka jadilah dia.

ٱلَّذِىٓ أَحْسَنَ كُلَّ شَىْءٍ خَلَقَهُۥ ۖ وَبَدَأَ خَلْقَ ٱلْإِنسَٰنِ مِن طِينٍۢ ﴿٧﴾

Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan Yang memulai penciptaan manusia dari tanah.

ثُمَّ سَوَّىٰهُ وَنَفَخَ فِيهِ مِن رُّوحِهِۦ ۖ وَجَعَلَ لَكُمُ ٱلسَّمْعَ وَٱلْأَبْصَٰرَ وَٱلْأَفْـِٔدَةَ ۚ قَلِيلًۭا مَّا تَشْكُرُونَ ﴿٩﴾

Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya roh (ciptaan)-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱتَّقُوا۟ رَبَّكُمُ ٱلَّذِى خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍۢ وَٰحِدَةٍۢ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًۭا كَثِيرًۭا وَنِسَآءًۭ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ٱلَّذِى تَسَآءَلُونَ بِهِۦ وَٱلْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًۭا ﴿١﴾

Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.

وَقَدْ خَلَقَكُمْ أَطْوَارًا ﴿١٤﴾

Padahal Dia sesungguhnya telah menciptakan kamu dalam beberapa tingkatan kejadian.

Mohon diperhatikan

Jawaban ini mengikuti pemahaman Sunni arus utama dan merupakan pembelajaran umum, bukan fatwa. Jika umat Muslim berbeda pendapat, jawabannya menyebutkannya. Punya pertanyaan sendiri? Tulis kepada kami.

WhatsApp