Apa itu zakat fitrah

Zakat fitrah juga disebut sedekah fitri atau fitrah. Nabi Muhammad ﷺ mewajibkannya atas setiap Muslim, tua atau muda, laki-laki atau perempuan.

Zakat ini berbeda dari zakat harta tahunan. Ia bukan persentase dari tabungan Anda. Ia adalah jumlah tetap untuk setiap orang.

Mengapa kita memberikannya

Nabi ﷺ menetapkannya sebagai penyucian bagi orang yang berpuasa, dari perkataan sia-sia atau ucapan yang salah. Zakat ini juga menjadi makanan bagi orang miskin.

Karena itu, umat Muslim dapat memasuki hari raya tanpa ada seorang pun dalam masyarakat yang kelaparan.

Zakat ini juga cara untuk bersyukur kepada Allah atas nikmat menyelesaikan Ramadan.

Siapa yang membayar

Setiap Muslim yang memiliki makanan melebihi kebutuhan pokoknya pada hari raya wajib membayarnya. Kepala keluarga biasanya membayar untuk anak-anak dan untuk orang lain yang menjadi tanggungannya.

Rinciannya dapat bergantung pada keadaan, seperti anak yang baru lahir atau tamu. Ulama setempat yang berkompeten dapat membimbing Anda.

Orang yang tidak mampu membayarnya tidak perlu cemas. Allah tidak membebani siapa pun melebihi kemampuannya, sebagaimana diajarkan Al-Qur'an 2:286.

Apa yang diberikan dan berapa banyak

Nabi ﷺ menetapkan jumlahnya sebanyak satu sa' makanan pokok. Sa' adalah takaran lama untuk volume, bukan untuk berat. Makanan yang disebut dalam hadis antara lain kurma, gandum jali, dan kismis. Saat ini banyak orang memberikan makanan pokok di daerahnya, seperti beras atau gandum.

Karena sa' adalah takaran, beratnya berbeda untuk setiap makanan. Otoritas keagamaan setempat mengumumkan jumlahnya setiap tahun, jadi ikutilah jumlah yang ditetapkan otoritas atau ulama setempat Anda.

Para ulama berbeda pendapat tentang bentuk pembayarannya. Mazhab Hanafi berpendapat bahwa Anda boleh memberikan nilai uangnya sebagai ganti makanan. Kebanyakan ulama lain berpendapat bahwa makanan yang harus diberikan. Banyak lembaga amal mengumpulkan uang dan membeli makanan untuk keluarga-keluarga, sehingga memberi menjadi mudah.

Kapan membayar dan siapa penerimanya

Waktu terbaik adalah pada pagi hari raya, sebelum salat Id. Nabi ﷺ memerintahkan agar zakat ini dibayarkan sebelum orang-orang keluar untuk salat.

Para sahabat memberikannya satu atau dua hari sebelum hari raya. Jadi umumnya dibolehkan membayar beberapa hari lebih awal, tetapi para ulama berbeda pendapat seberapa awal. Jika Anda membayarnya setelah salat, itu dihitung sebagai sedekah biasa. Jika Anda lupa, bayarlah segera setelah ingat.

Zakat ini diberikan kepada orang fakir dan miskin. Jika Anda memakai lembaga amal, pastikan lembaga itu dapat menyalurkannya kepada orang-orang tepat waktu sebelum hari raya.

Daftar periksa sederhana

Gunakan langkah-langkah ini agar mudah.

  • Cari tahu jumlah yang diumumkan otoritas setempat Anda untuk tahun ini.
  • Hitung orang yang harus Anda bayarkan, termasuk diri Anda sendiri.
  • Berniatlah dan bayarlah sebelum salat Id, langsung atau melalui lembaga amal tepercaya.
  • Pastikan makanan atau uang itu akan sampai kepada orang miskin tepat waktu.

Informasi umum untuk belajar, bukan fatwa. Untuk keadaan Anda sendiri, tanyakan kepada ulama yang berkompeten.

Sumber

  • Sahih al-Bukhari (Kitab Zakat)
  • Sahih Muslim (Kitab Zakat)
  • Sunan Abu Dawud (Kitab Zakat)
  • Al-Qur'an 2:286