Dua hari raya

Idulfitri jatuh pada hari pertama bulan Syawal, setelah bulan puasa Ramadan. Hari itu adalah hari untuk bersyukur kepada Allah atas kekuatan menyelesaikan puasa.

Iduladha jatuh pada hari kesepuluh bulan Zulhijah. Hari itu mengenang ketaatan Nabi Ibrahim (semoga kedamaian tercurah atasnya), yang siap mengorbankan putranya demi Allah. Allah menggantikan pengorbanan itu dengan sembelihan yang besar, seperti dikisahkan dalam Al-Qur'an 37:102-107.

Tanggalnya bergantung pada kalender Hijriah dan pengamatan hilal, jadi ikutilah pengumuman komunitas setempat Anda.

Salat Id

Salat Id dikerjakan berjemaah, pada pagi hari, setelah matahari terbit. Ciri-cirinya adalah sebagai berikut:

  • Salat ini terdiri dari dua rakaat (unit salat), dengan tambahan takbir (mengucapkan “Allahu akbar”) di dalam rakaat-rakaatnya. Para ulama sedikit berbeda pendapat tentang jumlah takbir tambahan, jadi ikutilah imam.
  • Tidak ada azan (seruan salat) dan tidak ada ikamah untuk salat ini.
  • Nabi ﷺ biasanya mengerjakannya di luar ruangan, di lapangan terbuka. Banyak komunitas masih melakukannya demikian jika bisa, dan yang lain salat di aula besar atau masjid.
  • Imam menyampaikan khotbah setelah salat. Sebaiknya tetap tinggal dan mendengarkannya.

Laki-laki, perempuan, dan anak-anak semuanya dianjurkan hadir. Nabi ﷺ mengajarkan bahwa bahkan perempuan yang sedang haid pun hendaknya pergi ke perkumpulan itu dan ikut merasakan kebaikannya, tetapi mereka menjauhi tempat salat.

Takbir dan zakat fitrah

Takbir adalah seruan pujian yang diucapkan umat Muslim pada hari-hari raya. Bentuk yang umum adalah: “Allahu akbar, Allahu akbar, La ilaha illa Allah, Allahu akbar, Allahu akbar, wa lillahi al-hamd.” Artinya Allah Maha Besar dan segala puji bagi-Nya.

Zakat fitrah adalah sedekah kecil yang diberikan setiap Muslim di akhir Ramadan, untuk dirinya dan untuk orang-orang yang ia tanggung. Zakat ini menyucikan puasa dan memberi makan orang miskin. Zakat ini hendaknya dibayarkan sebelum salat Id, seperti diajarkan Nabi ﷺ. Banyak ulama membolehkan membayarnya sehari atau dua hari lebih awal. Jika Anda membayarnya setelah salat, itu dihitung sebagai sedekah biasa. Tanyakan kepada ulama setempat tentang jumlah dan bentuk pembayarannya.

Kurban Iduladha

Setelah salat Iduladha, umat Muslim yang mampu menyembelih hewan kurban (udhiyah), seperti domba, kambing, sapi, atau unta. Hewan itu harus memenuhi syarat usia dan kesehatan, dan disembelih dengan cara yang diajarkan Islam.

Sebagaimana umumnya diajarkan, dagingnya dibagi menjadi tiga bagian: satu untuk keluarga, satu untuk kerabat, teman, dan tetangga, dan satu untuk orang miskin. Al-Qur'an 22:36 memerintahkan kita untuk memakan sebagian darinya dan memberi makan orang yang membutuhkan. Sebagian ulama membolehkan pembagian dengan perbandingan lain.

Berpuasa dilarang pada hari Idulfitri dan pada hari Iduladha. Itulah hari-hari untuk makan dan menikmati karunia Allah.

Adab yang baik pada hari raya

Hari raya adalah hari sukacita dan kebaikan. Kebiasaan-kebiasaan ini dianjurkan:

  • Mandi, kenakan pakaian terbaik Anda yang bersih, dan memakai wewangian (bagi laki-laki).
  • Sapalah orang dengan ramah, misalnya dengan “Selamat Idulfitri” atau “Eid Mubarak”.
  • Kunjungi keluarga, tetangga, dan teman. Maafkan perselisihan lama dan berdamailah.
  • Bermurah hatilah kepada orang miskin, anak yatim, dan siapa pun yang sendirian.
  • Nikmati makanan dan hiburan yang dibolehkan, dan hindari pemborosan serta apa pun yang diharamkan Allah.

Informasi umum untuk belajar, bukan fatwa. Untuk keadaan Anda sendiri, tanyakan kepada ulama yang berkompeten.

Sumber

  • Al-Qur'an 37:102-107
  • Al-Qur'an 22:36-37
  • Sahih al-Bukhari (Kitab Dua Hari Raya)
  • Sahih Muslim (Kitab Dua Hari Raya)
  • Sunan Abu Dawud (Kitab Zakat)