Langkah-langkah wudu secara berurutan
Allah memerintahkan orang-orang beriman untuk membasuh wajah dan kedua lengan sampai siku, mengusap kepala, dan membasuh kedua kaki sampai mata kaki sebelum salat (Al-Qur'an 5:6). Nabi ﷺ menambahkan beberapa perbuatan lain yang dianjurkan. Cara berwudu yang umum adalah sebagai berikut:
- Berniatlah di dalam hati dan ucapkan Bismillah (dengan nama Allah).
- Basuh kedua telapak tangan sampai pergelangan, tiga kali.
- Berkumur-kumurlah tiga kali.
- Hirup sedikit air ke dalam hidung lalu keluarkan, tiga kali.
- Basuh seluruh wajah tiga kali, dari batas rambut sampai dagu dan dari telinga ke telinga.
- Basuh lengan kanan lalu lengan kiri, dari ujung jari sampai siku (termasuk siku), masing-masing tiga kali.
- Usap kepala dengan tangan yang basah, lalu usap kedua telinga.
- Basuh kaki kanan lalu kaki kiri sampai mata kaki (termasuk mata kaki), masing-masing tiga kali.
Hal yang membatalkan wudu
Wudu batal oleh segala sesuatu yang keluar dari kemaluan depan atau belakang, seperti air seni, tinja, atau buang angin. Wudu juga batal oleh tidur nyenyak dan hilangnya kesadaran.
Para ulama berbeda pendapat tentang beberapa hal lain, seperti darah yang keluar dari luka atau menyentuh kemaluan. Jika Anda mengikuti suatu mazhab, ikutilah pendapatnya. Jika Anda tidak yakin, tanyakan kepada ulama setempat yang berkompeten.
Keraguan tidak membatalkan wudu. Jika Anda hanya ragu apakah wudu Anda sudah batal, Anda boleh melanjutkan seperti semula.
Mandi wajib secara singkat
Mandi wajib (ghusl) adalah membasuh seluruh tubuh. Mandi ini diwajibkan setelah berhubungan suami istri atau keluar mani, dan ketika darah haid atau darah nifas telah berhenti (Al-Qur'an 5:6 dan Al-Qur'an 2:222).
Cara yang umum adalah berniat, membasuh kedua tangan dan kemaluan, lalu berwudu. Setelah itu siramkan air ke kepala tiga kali dan basuh seluruh badan, pastikan air sampai ke semua bagian.
Mengusap khuf
Banyak ulama membolehkan seseorang mengusap khuf (sepatu kulit yang menutupi kaki) sebagai ganti membasuh kaki. Hal ini diriwayatkan dari Nabi ﷺ dalam Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim.
Khuf harus dipakai setelah wudu yang sempurna. Keringanan ini berlaku untuk waktu terbatas, dan waktunya lebih panjang bagi musafir. Para ulama berbeda pendapat tentang rinciannya, misalnya apakah kaus kaki kain yang tipis termasuk. Tanyakan kepada ulama yang berkompeten jika keadaan Anda belum jelas.
Kesalahan umum
- Menyisakan bagian yang kering, terutama pada tumit, siku, atau mata kaki. Nabi ﷺ memperingatkan tentang tumit yang tidak dibasuh dengan baik (diriwayatkan dalam Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim).
- Memboroskan air. Pakailah secukupnya dan jangan tergesa-gesa.
- Memakai cat tahan air, cat kuku, atau lapisan krim tebal yang menghalangi air sampai ke kulit.
- Membasuh dengan urutan yang salah, atau melewatkan satu bagian.
- Terlalu khawatir. Jika Anda terus ragu tanpa alasan yang jelas, tetaplah tenang dan lanjutkan.
Kebersihan adalah bagian dari ibadah, dan Allah mencintai orang-orang yang menjaga kebersihan diri (Al-Qur'an 2:222).
Informasi umum untuk belajar, bukan fatwa. Untuk keadaan Anda sendiri, tanyakan kepada ulama yang berkompeten.
Sumber
- Al-Qur'an 5:6
- Al-Qur'an 2:222
- Sahih al-Bukhari (Kitab Wudu)
- Sahih Muslim (Kitab Bersuci)