Apa itu Kiblat
Allah memerintahkan Nabi ﷺ dan orang-orang beriman untuk menghadapkan wajah mereka ke Masjidil Haram dalam salat, di mana pun mereka berada (Al-Qur'an 2:144). Ka'bah adalah pusat arah ini. Umat Muslim di seluruh dunia membentuk lingkaran di sekelilingnya.
Menghadap Kiblat adalah syarat salat bagi orang yang mampu melakukannya. Arah ini juga dipakai untuk ibadah lain, seperti penguburan jenazah.
Baik sekali jika Anda mengetahui arah Kiblat di rumah, tempat kerja, dan tempat-tempat yang sering Anda pakai untuk salat.
Bagaimana arahnya dihitung
Bumi itu bulat, sehingga jalur terpendek antara dua tempat berupa kurva yang disebut lingkaran besar. Arah Kiblat adalah awal dari jalur lingkaran besar dari tempat Anda ke Ka'bah.
Perhitungan memakai garis lintang dan garis bujur tempat Anda dan Ka'bah. Hasilnya berupa sudut yang diukur dari utara sejati. Jarum kompas menunjuk ke utara magnetik, yang tidak persis sama dengan utara sejati. Selisihnya disebut deklinasi magnetik, dan nilainya berbeda dari satu tempat ke tempat lain.
Memakai kompas ponsel dengan baik
Ponsel dapat memberikan arah yang baik jika Anda memakainya dengan cermat.
- Pegang ponsel dalam posisi datar dan jauhkan dari tubuh Anda.
- Jauhi benda logam, pengeras suara, magnet, bodi mobil, dan perangkat listrik besar.
- Lepaskan casing atau dudukan ponsel yang bermagnet.
- Kalibrasi kompasnya. Banyak ponsel meminta Anda menggerakkannya membentuk pola angka delapan.
- Periksa hasilnya di dua atau tiga tempat, dan bandingkan dengan masjid atau peta di dekat Anda.
- Nyalakan lokasi, agar ponsel tahu di mana Anda berada.
Jika Anda tidak dapat menemukan Kiblat
Kadang Anda tidak punya kompas, tidak ada sinyal, dan tidak ada orang yang bisa ditanya. Dalam keadaan ini, para ulama mengatakan Anda harus berusaha dengan sungguh-sungguh dan salat menghadap arah yang menurut Anda paling dekat dengan Kiblat. Upaya ini disebut ijtihad. Carilah tanda-tanda seperti arah masjid setempat, matahari, atau peta yang Anda ingat.
Jika Anda telah berusaha sungguh-sungguh, kebanyakan ulama mengatakan salat Anda sah, meskipun kemudian Anda mengetahui bahwa arahnya sedikit meleset. Allah tidak membebani seseorang melebihi kemampuannya (Al-Qur'an 2:286).
Di pesawat atau saat bepergian
Di pesawat, kereta, atau bus, hadaplah Kiblat sebaik mungkin pada awal salat. Jika kendaraan berbelok dan Anda tidak dapat ikut berputar, para ulama mengatakan Anda boleh melanjutkan sesuai kemampuan. Sebagian ulama memiliki pandangan yang berbeda tentang salat wajib di atas kendaraan yang bergerak, jadi tanyakan kepada ulama yang berkompeten jika Anda bisa.
Untuk salat sunah di atas kendaraan, diriwayatkan bahwa Nabi ﷺ salat menghadap ke arah tunggangannya berjalan (Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim).
Informasi umum untuk belajar, bukan fatwa. Untuk keadaan Anda sendiri, tanyakan kepada ulama yang berkompeten.
Sumber
- Al-Qur'an 2:144
- Al-Qur'an 2:286
- Sahih al-Bukhari (Kitab Salat)
- Sahih Muslim (Kitab Salat bagi Musafir)