Ayyub is remembered for his patience in affliction.
Kisahnya
The patient servant
Ayyub calls to his Lord that adversity has touched him, and that He is the most merciful of the merciful. Allah answers, removes what afflicted him, and gives him his family and the like of them with them. He is told to strike with a bunch of grass so as not to break his oath. Allah calls him patient, an excellent servant, one who turned back to Him.
dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika ia menyeru Tuhannya: "(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang".
Maka Kamipun memperkenankan seruannya itu, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan Kami lipat gandakan bilangan mereka, sebagai suatu rahmat dari sisi Kami dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Allah.
Dan Kami anugerahi dia (dengan mengumpulkan kembali) keluarganya dan (Kami tambahkan) kepada mereka sebanyak mereka pula sebagai rahmat dari Kami dan pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai fikiran.
Dan ambillah dengan tanganmu seikat (rumput), maka pukullah dengan itu dan janganlah kamu melanggar sumpah. Sesungguhnya Kami dapati dia (Ayyub) seorang yang sabar. Dialah sebaik-baik hamba. Sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhan-nya).
Teks Arab: tulisan Utsmani. Terjemahan: Indonesian Islamic Affairs Ministry.
Kisah ini diambil dari Al-Qur'an saja. Rincian dari kitab lain tidak ditambahkan.
Questions about the prophets
Who was Prophet Ayyub?
Ayyub is remembered for his patience in affliction.
Where is the story of Ayyub in the Quran?
It is in Al-Anbiya 21:83–84, Sad 38:41–44. This page shows these verses in Arabic and in your language.